2011, Samsat Sentani Over Target

SENTANI - Per tanggal 31 Desember 2011, PAD (Pendapatan Asli Daerah) UPPD (Unit Pelayanan Pendapatan Daerah) Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) Sentani mengalami over target. Hal ini dikatakan Kepala UPPD Samsat Sentani Jacobus Rahael, SE kepada Bintang Papua Rabu (25/01) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Jacobus, dari target PAD yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp. 12.852.600.000,- per tanggal 31 Desember 2011 telah melewati target hingga terealisasi sebesar Rp. 14.643.323.505,-.

"Ya PAD kami memang mengalami over target sehingga memiliki kelebihan sebesar Rp. 1.790.723.505,- untuk tahun 2012 ini," jelasnya.

Disebutkannya, dari lima sumber PAD yang dimiliki oleh Samsat, hanya satu sumber saja yang tidak memenuhi batas target yang telah ditetapkan yaitu Air Perumahan (AP) yang realisasinya hanya mencapai Rp. 1.402.000,- dari target sebesar Rp. 3.100.000,-.
"Jadi hanya AP yang tidak mencapai target dan mengalami kekurangan sebesar Rp. 1.698.000,-," tegasnya.

Diuraikannya, keempat sumber lainnya yang mencapai target bahkan mengalami over target adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang terealisasi sebesar Rp. 6.209.018.205,- dari targetnya sebesar Rp. 5.725.000.000,-, Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang terealisasi sebesar Rp. 7.998.002.500 dari targetnya sebesar Rp. 6.800.000.000,-, Jasa Ketata Usahaan (JTU) yang terealisasi sebesar Rp. 195.840.000,- dari targetnya sebesar Rp. 115.000.000,- dan Sumbangan Pihak Ketiga (SP3) yang terealisasi sebesar Rp. 239.010.800,- dari targetnya sebesar Rp. 209.500.000 ,-.

"AP tidak mencapai target karena adanya kendala riil yaitu dengan adanya perubahan Undang-Undang," imbuhnya.

Menurutnya, surplus yang bisa diperoleh Samsat Sentani juga menghadapi kendala-kendala. Yaitu salah satunya para wajib pajak yang belum dapat menunaikan kewajibannya membayar pajak.
"Sehingga kerjasama dengan pihak kepolisian melalui sweeping dimana ketika kepolisian memeriksa kelengkapan surat kendaraan, maka secara tidak langsung juga mencoba mengawasi apakah para pengguna kendaraan bermotor tersebut sudah membayar pajaknya atau belum," ungkapnya.

Jacobus juga menuturkan bahwa dalam tahun 2012 ini, ada beberapa PAD yang akan dihilangkan yaitu untuk SP3 serta salah satu bagian dari AP. Namun, dengan dihapuskannya SP3 serta AP maka akan digantikan dengan beberapa pajak baru dari pajak progresif melalui pajak kendaraan plat merah.

"Kami terus mengintensifkan penagihan door to door kepada masyarakat sehingga kewajiban untuk membayar pajak dapat disadari masyarakat," tukasnya.

Ditambahkannya, yang sangat diharapkan dan himbau oleh pihaknya adalah kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebelum jatuh temponya. Pasalnya, sejauh mana Samsat mengambil langkah intensif jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat maka belum tentu berhasil. (dee/roy/lo2)


Berita Sebelumnya

      

REALISASI PAD UNTUK SEMUA SKPD PER FEBRUARI 2017

PILIH SKPD       
Uraian Penerimaan
Target
Realisasi Penerimaan
Sisa Lebih (Kurang)
Dari Target
S/D Bulan Lalu
Bulan Ini
S/D Bulan Ini
%
Pendapatan Asli Daerah 1.308.280.585.796 60.086.475.994 52.848.332.081 112.934.808.075 8,63 1.195.345.777.721
Pajak Daerah 179.260.000.000 42.441.963.549 41.151.432.417 83.593.395.966 46,63 95.666.604.034
Retribusi 56.555.426.381 978.971.900 1.126.772.697 2.105.744.597 3,72 54.449.681.784
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 52.810.182.602 0 0 0 0,00 52.810.182.602
Lain-Lain PAD Yang Sah 142.116.574.714 16.737.306.496 10.570.126.967 27.307.433.463 19,21 114.809.141.251

Anda di Halaman: